Monday, October 9, 2017

Asas-Asas Pengetahuan Lingkungan

Pada post sebelumnya telah dibahas mengenai ekologi dan ilmu lingkungan serta perbedaannya, yaitu Ekologi yang merupakan salah satu cabang ilmu biogi, yang mempelajari hubungan timbal balik, baik hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan/habitatnya, maupun hubungan timbal balik makhluk hidup dengan makhluk hidup lainnya, sedangkan Ilmu lingkungan merupakan ilmu yang mempelajari penerapan berbagai prinsip dan ketentuan dari ekologi tersebut ke dalam kehidupan manusia. 



Pada Ilmu Lingkungan terdapat berbagai macam asas-asas didalam perkembangannya, yaitu :

1.       Asas I,  ‘Hukum Termodinamika I’
Hukum Termodinamika I menyatakan bahwa "Jumlah kalor pada suatu sistem adalah sama dengan perubahan energi di dalam sistem tersebut ditambah dengan usaha yang dilakukan oleh sistem."
Dengan kata lain semua energi yang memasuki sebuah organisme hidup, populasi atau ekosistem dapat dianggap sebagai energi yang tersimpan atau terlepaskan. Energi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain tetapi tidak dapat hilang, dihancurkan atau diciptakan.
Contoh : Kalori dan energi dalam bentuk makanan yang dimakan oleh makhluk hidup diubah menjadi energi untuk bergerak, tumbuh, berkembang biak, menjalankan proses metabolisme dan terbuang dalam bentuk panas.

2.      Asas II,‘Hukum Termodinamika II’
Menyatakan bahwa adalah tidak mungkin untuk membuat sebuah mesin kalor yang bekerja dalam suatu siklus yang semata-mata mengubah energi panas yang diperoleh dari suatu reservoir pada suhu tertentu seluruhnya menjadi usaha mekanik, atau dengan kata lain Tak ada system pengubahan energi yang betul- betul efisien.
Dalam sistem biologi, energi yang dimanfaatkan baik oleh jasad hidup, populasi maupun ekosistem kurang efisien, karena masukan energi dapat dipindahkan  dan digunakan oleh organisme hidup yang lain. Contohnya pada piramida makanan, tingkatan konsumen yang paling bawah mendapatkan asupan energi yang banyak,  sebaliknya konsumen paling atas hanya mendapatkan sedikit, disamping itu pada setiap tingkatanpun energi tidak dimanfaatkan secara efisien (banyak terbuang).

3.      Asas III, Materi, energi, ruang, waktu, dan keanekaragaman, termasuk kategori sumberdaya alam.
Pengubahan energi oleh system biologi harus Berlangsung pada kecepatan yang sebanding dengan adanya materi dan energi di lingkungannya. Pengaruh ruang secara asas adalah beranalogi dengan materi dan energi sebagai sumber alam.
Contoh :
a.       Ruang yang terlalu luas: jarak antar individu dalam populasi semakin jauh, kesempatan bertemu antara jantan dan betina semakin kecil sehingga pembiakan akan terganggu.
b.      Keaneka-ragaman juga merupakan sumberdaya alam. Semakin beragam jenis makanan suatu spesies semakin kurang bahayanya apabila menghadapi perubahan lingkungan yang  dapat memusnahkan sumber makanannya.

4.      Asas IV, Semua kategori sumber alam, jika pengadaannya telah maksimal, pengaruh unit kenaikannya sering menurun dengan penambahan sumber alam sampai ke tingkat maksimum.
Asas IV tersebut terkandung arti bahwa pengadaan sumberalam mempunyai batas optimum, yang berarti pula batas maksimum, maupun batas minimum pengadaan sumberalam akan mengurangi daya kegiatan sistem biologi.
Pada keadaan lingkungan yang sudah stabil, populasi hewan atau tumbuhannya cenderung naik-turun (bukan naik terus atau turun terus)

5.      Asas V, Sumber alam yang pengadaannya dapat merangsang penggunaan, dan tidak mempunyai daya rangsang penggunaan.
Contoh:
Suatu jenis hewan sedang mencari berbagai sumber makanan. Kemudian didapatkan suatu jenis tanaman yang melimpah di alam, maka hewan tersebut akan memusatkan perhatiannya kepada penggunaan jenis makanan tersebut. Dengan demikian, kenaikan sumberalam (makanan) merangsang kenaikan pendayagunaan

6.      Asas VI,  Individu dan spesies yang mempunyai lebih banyak keturunan daripada saingannya, cenderung akan berhasil mengalahkan saingannya tersebut.
Dengan kata lain, kemampuan berkembang biak merupakan salah satu kunci utama bertahan hidup.

7.      Asas VII, Kemantapan pada keanekaragaman suatu komunitas lebih tinggi di alam lingkungan yang mudah diramal.
Arti kata “mudah diramal” pada asas ini adalah adanya keteraturan yang pasti pada pola faktor lingkungan dalam suatu periode yang relatif lama. Adanya fluktuasi turun-naiknya kondisi lingkungan, besar-kecilnya fluktuasi, dan dan sukar-mudahnya untuk diramal berbeda untuk semua habitat. Sehingga diharapkan pada setiap lingkungan adanya penyebaran spesies yang berbeda-beda kepadatannya. 

8.      Asas VIII, Sebuah habitat dapat jenuh atau tidak oleh keanekaragaman takson.
Sebuah habitat dapat jenuh atau tidak oleh keanekaragaman takson bergantung kepada bagaimana lingkungannya yang khas (nicia) dalam lingkungan hidup dapat memisahkan takson.
Lingkungan yang khas pada setiap kelompok taksonomi dapat membuat sebuah keanekaragamaan pada suatu lingkungan tersebut kecil atau tidak.  apabila ada kelompok taksonomi yang terdiri atas spesies dengan cara makan serupa, dan toleran terhadap lingkungan yang bermacam-macam serta luas, maka jelas bahwa lingkungan tersebut hanya akan ditempati oleh spesies yang keanekaragamannya kecil.

9.      Asas IX, Keanekaragaman komunitas apa saja sebanding dengan biomasa dibagi produktivitasnya.Terdapat hubungan antara biomasa, aliran energi, dan keanekaragaman dalam suatu sistem biologi.  Efisiensi penggunaan aliran energi dalam sistem biologi akan meningkat dengan meningkatnya kompleksitas organisasi sistem biologi dalam suatu komunitas.

10.  Asas X, Lingkungan yang stabil perbandingan antara biomasa dengan produktivitas adalam perjalanan waktu naik mencapai sebuah asimtot.
      Sistem biologi menjalani evoluasi yang mengarah pada peningkatan efisiensi penggunaan energi pada lingkungan
      fisik yang stabil. Dengan kata lain bila suatu makhluk hidup berada pada lingkungan yang stabil, maka perkembangan keanekaragamaan dari makhluk hidup tersebut akan meningkat seiring waktu.

11.  Asas XI, Sitem yang telah mantap mengeksploitasi sistem yang belum mantap. 
      Artinya suatu makhluk hidup yang telah berada pada lingkungan yang stabil akan bertahan hidup lebih lama terhadap seleksi alam, dibandingkan makhluk hidup yang baru beradaptasi dengan lingkungannya.
      Contoh : hama tikus, serangga dari hutan rawa menyerang tanaman pertanian dilahan transmigran.

12.  Asas XII, Kesempurnaan adaptasi suatu sifat atau tabiat tergantung kepada kepentingan relatifnya pada keadaan lingkungan. Apabila pemilihan (seleksi) berlaku, tetapi keanekaragaman terus meningkat di lingkungan yang sudah stabil, maka dalam perjalanan waktu dapat diharapkan adanya perbaikan terus-menerus dalam sifat adaptasi terhadap lingkungan. Jadi, dalam ekosistem yang sudah stabil dalam habitat (lingkungan ) yang sudah stabil, sifat responsive terhadap fluktuasi faktor alam yang tak terduga ternyata tidak diperlukan.
      Yang berkembang justru adaptasi peka dari perilaku dan biokimia lingkungan sosial dan biologi dalam habitat itu. Evolusi pada lingkungan yang sukar ditebak perubahan faktor alamnya cenderung memelihara daya plastis anggota populasi.
      Sedangkan evolusi pada lingkungan yang stabil, beranekaragam secara biologi cenderung menggunakan kompleksitas itu untuk bereaksi terhadap kemungkinan beraneka-macam perubahan.

13.  Asas XIII, . Lingkungan yang secara fisik telah mantap memungkinkan terjadinya penimbunan keanekaragaman biologi pada ekosistem yang mantap, serta kemudian dapat menggalakkan kemantapan populasi lebih jauh.
      Artinya Lingkungan yang stabil dalam ekosistem yang telah stabil pula, akan menghasilkan kenaikan keanekaragamaan biologi serta kemudian akan menaikkan jumlah populasi meningkat lebih jauh.

14.  Asas XIV, Derajat pola keteraturan naik-turunnya populasi tergantung kepada jumlah keturunan dalam sejarah populasi sebelumnya yang akan mempengaruhi populasi tersebut.
      Artinya Jumlah Populasi pada keturunan sebelumnnya akan mempengaruhi keteraturan naik-turunnya jumlah populasi yang akan datang.

Itu lah Asas-asas yang terdapat pada Ilmu Lingkungan tersebut, yang mempengaruhi keanekaragaman hingga populasi makhluk hidup dalam suatu ekosistem.

Referensi :



Saturday, October 7, 2017

Ekologi dan Ilmu Lingkungan

Dalam era modern seperti sekarang ini, kita tau bahwa kemajuan teknologi melaju dengan sangat pesat, dan bahkan seperti hanya terfokus pada bidang itu saja. Akan tetapi, dibalik segala kelebihan dan kemudahan yang diberikan oleh kemajuan teknologi kita ini, terdapat juga efek negatifnya yang juga berdampak pada lingkungan sekitar kita. Untuk itulah penting bagi kita untuk setidaknya mengetahui dan mempelajari apa itu ekologi dan ilmu alam, oleh karena itu, pada kali ini saya akan membahas apa itu ekologi dan ilmu alam, serta pentingnya bagi kehidupan kita.


1.      Ekologi

Apa itu Ekologi ?
Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya dan yang lainnya. 

Berasal dari kata Yunani oikos yang berarti habitat dan logos yang berarti ilmu. 
Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel (1834 – 1914).

Ekologi juga merupakan salah satu cabang biologi (seperti hubungan organisme dan lingkungan), mempelajari pengaruh lingkungan terhadap jasad hidup (manusia, hewan, tumbuhan), dimana mereka hidup, bagaimana kehidupannya, dsb 

Dengan kata lain, dapat disimpulkan bahwa Ekologi adalah salah satu cabang ilmu biogi, yang mempelajari hubungan timbal balik, baik hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan/habitatnya, maupun hubungan timbal balik makhluk hidup dengan makhluk hidup lainnya.

Ekologi sebenarnya telah ada pada  Catatan2 Hipocartus, Aristoteles, dan Filsuf lain merupakan naskah kuno yang digunakan sebagai rujukan masalah Ekologi, yang pada abad ke16 s.d abad ke17 dikenal sebagai Natural History, disusun secara sistimatik, analitik, obyektif.
Lalu  pada tahun 1900, Ekologi menjadi acuan ilmu-ilmu lainnya, yang wajib diketahui, karena dapat menerangkan, memberikan ilham, mencari jalan menuju hidup layak.

Selanjutnnya pada tahun 1968 (Indonesia 1972 ) Gerakan Sadar Lingkungan didunia muncul, setelah itu setiap orang diseluruh dunia, dituntut untuk hemat dalam penggunaan sumber daya, hemat energi, dan dapat mengurangi pencemaran tanah, air, udara, yang merupakan masalah lingkungan sedunia (globalisasi lingkungan). orang – orang didunia juga mulai memikirkan masalah pencemaran, rusaknya daerah-daerah alami, hutan, pantai, meningkatnya perkembangan penduduk, yang berdampak pada masalah pangan, penggunaan energi, kenaikan suhu akibat efek gas rumah kaca, menipisnya lapisan ozon, dst 

2.      Ilmu Lingkungan



Bila Ekologi merupakan ilmu biologi yang mempalajari interaksi makhluk hidup dan lingkungannya, maka Ilmu lingkungan merupakan ilmu yang mempelajari penerapan berbagai prinsip dan ketentuan dari ekologi tersebut ke dalam kehidupan manusia. Oleh karenanya, Ilmu lingkungan juga dapat disebut applied ecology. Perbedaan utama antara Ilmu lingkungan dan ekologi adalah adanya misi untuk mencari pengetahuan yang arif, tepat, batu, dan menyeluruh tentang alam sekitar, dan dampak perlakuan manusia terhadap alam.
Pada ilmu lingkungan, makhluk hidup yang berinteraksi dengan lingkungannya merupakan bukti saling ketergantungan satu sama lain,dengan kata lain, manusia,hewan,dan tumbuhan saling membutuhkan satu sama lain untuk dapat bertahan hidup di dalam ekosistem.

Masalah Lingkungan.

Masalah lingkungan adalah aspek negatif dari aktivitas manusia terhadap lingkungan biofisik.
Pada tahun 1960, sebuah gerakan sosial dan lingkungan yang bernama Environmentalisme memilai fokus pada penempatan masalah lingkungan melalui advokasi, edukasi, dan aktivisme.
Masalah lingkungan terbaru saat ini yang mendominasi mencakup perubahan iklim, polusi, dan hilangnya sumber daya alam. Gerakan konservasi mengusahakan proteksi terhadap spesies terancam dan proteksi terhadap habitat alami yang bernilai secara ekologis.
Tingkat pemahaman terhadap bumi saat ini telah meningkat melalui sains terutama aplikasi dari metode sains. Sains lingkungan saat ini adalah studi akademik multidisipliner yang diajarkan dan menjadi bahan penelitian di berbagai universitas di seluruh dunia. Hal ini berguna sebagai basis mengenai masalah lingkungan. Sejumlah besar data telah dikumpulkan dan dilaporkan dalam publikasi pernyataan lingkungan.

Kerusakan Lingkungan Hidup karena Faktor Manusia

Seperti yang dibahas pada pendahuluan tadi, kemajuan teknologi manusia pada saat ini juga telah membawa banyak dampak pada lingkungan disekitar kita.
Mulai dari pencemaran udara yang menyebabkan menipisnya lapisan ozon sehingga membuat bumi semakin panas, pencemaran air yang merusak ekosistem sungaia dan laut, dan pencemaran darat yang disertai oleh perusakan hutan, terus dilakukan oleh manusia hingga saat ini.

Oleh karena itulah, kita dituntut untuk sadar akan pentingnya lingkungan, dan mulai mempedulikannya, dimulai dari hal hal kecil seperti menghemat energi, serta membuang sampah pada tempatnya, akan memberikan dampak yang besar jika dilakukan oleh semua orang, sehingga bumi kita tetap terjaga untuk generasi selanjutnya.

Referensi :

Thursday, July 6, 2017

Menulis Puisi : Hutan

Kupejam kan mataku
Terdengar nyanyian indah burung-burung
Yang diikuti angin segar nan sejuk
Bersama gemerisik dedaunan yang menenangkan hati
Nampak juga terdengar suara ranting patah
Kijang dan rusa berlari dengan gembira
Apakah ini Surga ?
Panas terik sang surya
Tak sampai kepadaku
Tertutup oleh rimbun hijaunya itu
Ah.. begitu baik mereka memperlakukan kita
Kubuka mataku
Yang terlihat hanya lah tanah merah sepanjang mata
Nyanyian itu telah hilang
Angin segar itu berubah menjadi hitam
Kulihat tangan ku telah hitam
Tersengat panasnya sang surya
Apa yang terjadi disini ?
Ah.. begitu buruk kita membalas mereka

Tuesday, July 4, 2017

Menulis Puisi : Aku

Aku melihat kedepan
Tampak seseorang disana
Aku bertanya, siapa kau ?
Aku ? Aku adalah kau
Kau adalah aku
Kita adalah orang yang sama
Siapakah kita ?
Kenapa kita berada disini ?
Apakah arti keberadaan kita ?
Adakah yang mengharapkan kita ada ?
Sudah
Tak perlu bertanya lagi
Tak perlu mencari jawaban lagi
Mulai lah bergerak
Buatlah jawabannya
Agar ketika kembali kesini
Orang didepan kita
Tersenyum bangga

Monday, July 3, 2017

Menulis Puisi : Malam

suara riang bocah bocah kecil
tiba tiba terhenti
melihat sang surya semakin turun
sinar nya yang senja semakin redup
semakin padam perlahan sirna
kerjanya telah usai
waktunya kembali ke balik bukit
hari semakin dingin
semakin senyap, semakin gelap
jalan semakin sepi
suara merdu dari semak semak
semakin memenuhi kegelapan itu
perlahan demi perlahan
gemerlap cahaya memenuhi langit
megurangi kegelapan itu
bertaburan melukis langit
mendampingin sang raja malam
yang begitu bersinar 
mengalahkan semuanya
sekarang waktunya pulang
malam telah tiba

Saturday, July 1, 2017

Referensi Buku Goosebumps - Boneka Hidup Beraksi


Judul Buku                  : Goosebumps – Boneka Hidup Beraksi
Pengarang                    : R.L. Stine
Penerbit                       : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan                       : Kelima
Tahun Terbit                : 1999
Jumlah Halaman          : 160 hlm

            Robert Lawrence Stine adalah pengarang buku anak-anak dan remaja paling laris dalam sejarah. Pencipta seri Goosebumps, Nightmare Room, dan Fear Street ini lahir di Columbus, Ohio. Setelah lulus dari Ohio State University, Stine pindah ke New York City dan menjadi editor di sejumlah majalah.
            Tahun 1986, Stine menulis Blind Date, novel horor pertamanya yang dibuat untuk pembaca dewasa.            R.L Stine ini mendapat penghargaan penulis terlaris kesatu di Amerika selama tiga tahun berturut-turut berkisar pada tahun 1994 hingga 1997. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa novel – novel yang ia buat selalu digemari para penggemar setianya. Seri Jalan Ketakutan menjadi novel terlaris pada zamannya yang terjual 80 juta eksemplar. Sedangkan selama hidupnya buku-buku R. L. Stine telah terjual lebih dari 400 juta eksemplar hingga tahun 2008. Namun kali ini seri dari Goosebumps – Boneka Hidup Berkasi yang juga tak kalah seru dan tentunya akan membuat kita merinding. Novel ini di terjemahkan oleh ahli bahasa bernama Diniarty Pandia dan diterbitkan oleh P.T. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
            Tokoh utama cerita ini adalah Kris Powell dan saudara kembarnya Lindy Powell. Mereka berdua selalu bertengkar dan bersaing dalam segala hal. Cerita di mulai ketika Lindy Powell menemukan sebuah boneka ventriloquis ditempat sampah disamping rumahnya. Lindy yang sangat menyukai boneka menamainya “Slappy“ dan akhirnya selalu bersama dengan bonekanya sambil berpura-pura memubuat nya bergerak dan berbicara. Kris yang merasa iri dengan berbagai perhatian yang diberikan kepada saudara dan bonekanya itu pun akhirnya bertekad untuk mempunyai boneka sendiri.
            Tetapi hal-hal aneh mulai terjadi semenjak Kris mendapatkan bonekanya, boneka yang ia beri nama ‘Mr.Wood’ itu  mulai berpindah tempat, menghancurkan dapurnya pada pagi hari, membuat kusut seragam-seragam kris, sampai akhirnya iya berbicara sendiri saat saudaranya Lindy memegang boneka itu.
            Hal-hal aneh tersebut sempat membuat Kris tertekan, bahkan sampai gemetar dan tidak dapat tidur setiap malamnya, sampai akhirnya iya sadar bahwa itu semua adalah lolucon dari saudaranya Lindy yang sedikit kesal karena Kris dianggap menirunya. Kris yang sebenarnya sangat kesal terhadap perbuatan saudara kembarnya yang kelewatan itu dilain pihak juga merasa sangat lega karena berpikir iya akan kembali ke kehidupanya yang normal seperti dulu, tetapi sayangnya hal itu tidak terjadi, hal-hal aneh tetap saja terjadi pada boneka Kris bahkan saat Lindy tidak ada dirumahnya.
            Hal-hal aneh tersebut terjadi setelah Kris secara tidak sengaja membaca sebuah kata – kata aneh yang ia temukan di saku baju Mrr.Wood. Hal- hal aneh itu  bahkan semakin parah, karena boneka tersebut selalu menghina siapa saja dengan kata – kata yang kasar di setiap pertunjukan boneka Kris. Dan akhirnya puncak kejadian mengerikan tersebut terjadi pada pertunjukan bonek Kris di konser musim semi di sekolahnya, Mr.Wood menghina panitia konser dengan kata – kata yang tajam, lalu menyemburkan cairan hijau berbau busuk yang entah dari mana datangnya.
            Baru lah pada malam hari setelah kejadian mengerikan tersebut Kris dan Lindy menemukan Mr.Wood berjalan – jalan hidup di rumahnya. Boneka itu bahkan mengancam akan menyakiti orang-orang bila Kris dan Lindy tidak mau menjadi budaknya. Berbagai cara telah mereka lakukan untuk membunuh boneka itu namun semuanya gagal. Barulah pada akhirnya mereka berhasil membunuh boneka itu dengan cara membawanya ke bawah mesin penggiling besar yang meratakan tanah di sebelah rumah mereka. Mereka merasa lega karena berpikir akhirnya semua masalah selesai, tetapi tidak. Cerita ini berakhir mengambang tepat saat mereka kembali ke rumah setelah menghancurkan Mr.Wood, dengan ekspresi terkejut Kris saat tanganya dipegang oleh boneka Lindy yang ternyata juga hidup.
            Cerita ini menarik karena memiliki alur cerita yang tidak terduga, mulai dari awal, tengah, sampai akhir cerita. Meskipun begitu, gaya bahasa dari cerita ini sangat mudah bagi pembaca, sehingga pembaca dapat mengikuti alur cerita dengan baik. Cerita di novel ini terbagi menjadi 24 chapter, sehingga memudahkan pembaca yang membaca novel ini sedikit demi sedikit.
            Ciri khas dari cerita di novel ini  adalah akhir yang mengambang atau menakutkan disetiap akhir chapternya. Bahasa yang di gunakan di cerita ini merupakan bahasa indonesia yang diterjemahkan dari bahasa Inggris. Tetapi sayangnya ada beberapa kata yang tidak diterjemahkan karena dirasa penerjemah merupakan kata – kata umum yang diketahui semua orang. Namun seharus nya penerjemah  menerjemahkan saja karena ditakutkan ada orang yang tak mengerti bahasa Inggris sedikitpun. Selain itu terdapat juga istilah – istilah sulit seperti Ventriloquis yang tidak dijelaskan oleh sang penerjemah, hal itu menyulitkan pembaca untuk memahami cerita ini.
Namun,  dibalik itu semua cerita ini benar – benar membawa pembaca kedalam ketegangan ceritanya, ceritanya pun tetap menarik dibaca oleh orang dewasa walau pun ditunjukan untuk anak – anak karena gaya bahasanya yang umum. Buku ini pun sangat bermanfaat karena selain menghibur anak – anak,  novel ini juga dapat menginspirasi para pembaca dewasa untuk membuat cerita novel yang serupa sehingga dapat menjadi pekerjaan baru bagi mereka yang tertarik.
Novel ini  merupakan rekomendasi yang bagus terutama bagi penggemar cerita horor dan bagi mereka yang  ingin mengenal cerita – cerita horor. Novel ini juga dapat menjadi rekomendasi bagi mereka yang ingin menghabis kan waktu senggang mereka dengan membaca dan bagi mereka yang memiliki sedikit waktu luang, karena gaya ceritanya yang ringan dan mudah diingat karena dibagi menjadi beberapa chapter.

Friday, June 30, 2017

Review Film : Logan (2017)

Logan (2017) merupakan film yang mengakhiri riwayat dari wolverine dan Prof X (Charles Xavier), dan merupakan film terakhir Hugh Jackman sebagai manusia serigala tersebut. Setelah memainkan 7 film selama 17 tahun, baik dari franchise X-Men maupun origin wolverine, hugh jackman merasa 'sudah cukup' dan untuk memutuskan untuk pensiun, setelah mempersembahkan karya penutup yang luar biasa dengan judul 'Logan'.


Film ni berlatar masa depan yang suram pada tahun 2029, dengan old man wolvererine yang sudah tak bertenaga dan sekuat dulu lagi. Saya memang belum selesai menonton film terakhir sebelum 'Logan' ini, tapi teman saya berkata mengapa si abadi logan dapat tua dan rentah disebabkan karena ia menerima tawaran teman nya di jepang yang dapat membuat kekuatan nya melemah sehingga ia dapat menjadi tua dan pensiun.

Film ini dimulai dengan logan tua yang telah melupakan kehidupan mutan superhero nya dan memulai hidup baru sebagai seorang supir limosin (walaupun ada scane dimana logan dibuat marah oleh segerombolan anak muda ingin mencuri dan merusak mobilnya sehingga akhirnya sisi mutan nya bangkit dan terjadi pembantaian disana). Melalui gaji supirnya, logan berniat mengumpulkan uang untuk membeli sebuah kapal pesiar dan pindah untuk tinggal dengan tenang dan aman bersama Charles Xavier dan rekannya.

Kehidupannya sederhana dan cukup damai, sampai akhirnya ia bertemu dengan seorang 'ibu' dan seorang gadis kecil bernama Laura Kinney (X23) yang meminta tolong untuk diantar sampai keperbatasan, karena sedang dikejar oleh suatu organisasi. Logan awalnya terus menolak dan menghindari masalah seperti biasa, namun ketika menemukan kenyataan bahwa gadis kecil tersebut merupakan mutan buatan yang dibuat dengan gen nya, maka Logan tidak mempunyai banyak pilihan.

Aksi dari seorang gadis berumur 11 tahun disini benar-benar diluar dugaan karena begitu heboh dan seru, bahkan menyaingi aksi sang Wolverine sendiri, Dafne Keen benar-benar menunjukan talenta muda berbakat sejati didepan kamera, baik dalam kemampuan berbahasanya maupun aksi aksi nya.
Pada film ini Logan belajar dan merasakan bagaimana rasanya memiliki keluarga dengan Charles sebagai sosok 'ayah' dan Laura sebagai sosok 'anak'. Logan yang terbiasa sendiri dan cuek, mulai menunjukan perhatian kepada Laura seperti ayah anak pada umumnya, memarahi nya ketika berbuat salah, memberitahu nya mana yang baik dan buruk, walau pun logan sendiri terkadang melanggarnya lol.

Film ini diakhiri dengan klimaks yang menegangkan dengan pertarungan habis habisan anggota X23 beserta logan dan laura dengan para pemburu mutan, logan pun pada akhirnya tau apa yang dapat menjadikan hidupnya bermakna dan apa yang pantas ia lindungi dengan nyawanya. Film ini berakhir dengan penuh drama yang sedih dan haru, dimana Wolverine dan Prof X, harus gugur demi mutan mutan muda penerus mereka.
Good bye Wolverine (Ver Hugh.J), Thanks Hugh Jackman

Film ini berdurasi 2 jam 17 menit dan mendapat Rating 'Dewasa'